tehnik pengumpulan data

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Suatu penelitian ada beberapa macam langkah yang harus dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian. Langnkah-lanngkah tersebut salah satunya ialah langkah mengumpulkan data. Dari hasil pengumpulan data ini melalui analisis data maka peneliti akan mengetahui hasil penelitian yang telah dilakukannya. Jadi, mengumpulkan data mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan langkah-lanngkah yanng lain dalam proses penelitian.

Akan tetapi, masih banyaknya para peneliti, khususnya peneliti pemula yang kurang memahami teknik pengumpulan data ini. Masih banyak dari mereka yang sekedar mengumpulkan data dengan asal-asalan tanpa mempunyai pemahaman teori dan aturan-aturan yang luas sehingga semua terasa sama saja. Padahal pengumpulan data sangat berpengaruh dengan hasil penelitian yang akan didapatkan.

Oleh karenanya, penyaji mengulas tema “Teknik Pengumpulan Data” agar para pembaca mampu memahami dan membedakan kapan  menggunakan teknik yang tepat dalam penelitiannya.

B.      Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengertian dari teknik pengumpulan sumber data?
  2. Apa macam-macam dari teknik pengumpulan sumber data?

C.      Tujuan Masalah

Agar mahasiswa mengerti tentang:

  1. Pengertian teknik pengumpulan sumber data
  2. Macam-macam teknik pengumpulan sumber data

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Teknik Pengumpulan Sumber Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.[1] Sedangkan data adalah bahan keterangan tentang suatu objek penelitian yang diperoleh di lokasi penelitian. Definisi data sebenarnya mirip dengan definisi informasi, hanya saja informasi lebih ditonjolkan segi pelayanan sedangkan data lebih menonjolkan pada aspek materi. Data serng juga dikatakan mirip dengan fakta. Biasanya orang sering menggunakan dua istilah ini dalam satu penjelasan yang sama padahal masing-masing punya konsep yang berbeda. Pada penelitian kuantitatif, fakta menuju pada sebuah peristiwa yang tidak dapat dibawa pualng peneliti. Fakta sesungguhnya adalah milik objek penelitian yang relatif tidak dapat dipisahkan dari objek penelitian itu sendiri. Hal yang dapat dibawa pulang oleh peneliti hanyalah data. Data dikonsep sebagai segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan keterangan tentang suatu fakta dan fakta tersebut ditemui oleh peneliti di lokasi penelitian.[2]

Data dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan sifatnnya data digolongkan mnjadi data kuantitaif (angka-angka) dan kualitatif (uraian).
  2. Berdasarkan sumbernya ada data primer (data yang diperoleh langsung dari responden, objek yang diteliti atau ada hubungannya dengan yang diteliti)  dan sekunder (data yang lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang di luar peneliti sendiri).[3]

Sedangkan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Person adalah sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket.
  2. Place adalah sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak.
  3. Paper adalah sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar atau symbol-simbol lain.[4] Ini dapat diperoleh melalui dokumen sekolahan, nilai rapor siswa yang diteliti, foto dan hal-hal yang terakit.
  1. B.     Macam-macam Teknik Pengumpulan  Sumber Data

Pengumpulan data adalah tahap yang digunakan sebagai tahap mengumpulkan data yang diperlukan.  Ada berbagai macam teknik pengumpulan sumber data, di antaranya ialah:

  1. Penggunaan Tes

Perlu dipahami bahwa yang dapat dikenai tes tidak hanya manusia saja. Mesin, anjing atau binatang juga bisa dites dengan alat tertentu.. Jika untuk manusia, instrumen berupa tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi. Untuk mengukur kemampuan dasar antara lain: tes mungukur intelegensi, tes minat, tes bakat khusus dan sebagainya.

Adapun upaya mengatasi kecondongan hasil yang diperoleh tes, maka disarankan:

  1. Memberikan kesempatan berlatih kepada tester
  2. Menggunakan tes lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan
  3. Melengkapi instrumen tes dengan manual (pedoman pelaksanaan) selengkap dan sejelas mungkin
  4. Menciptakan situasi tes sedemikien rupa sehingga membantu tester tidak mudah terganggu oleh lingkungan
  5. Memilih situasi tes sebaik-baiknya, misal bukan malam minggu, bukan pada keadaan yang panas sekali
  6. Perli menciptakan kerja sama yang baik dan rasa saling percaya antara tester dengan yang di tes.
  7. Menentukan waktu untuk mengerjakan tes secara tepat baik ketepatan pelaksanaan maupun lamanya.
  8.  Memperoleh ijin dari atasa apabila tes dilaksanakan di sekolah maupun kantor.[5]
  9. Angket atau kuesioner

Angket adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Pengisian angket dapat menyangkut diri responden sendiri, orang lain atau objek yang dialaminya.

Dari bukunya Moh. Pabundu mengutip Winarno Surachmat, angket bersifat kooperatif dalam arti responden diharapkan bbekerja sama untuk penyisihan waktu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti secara tertulis, sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan.

Berdasarkan bentuk pertanyaan, angket dibedakan menjadi :

  1. Angket tertutup, anngket yang pertanyaan-pertanyaan dan alternatif jawabannya telah ditentukan sehinggga responden tinggal memilih jawaban yang diinginkan.
  2. Angket terbuka, responden diberikan kesempatan jawaban secara bebas sesuai dengan pendapatnya sendiri.
  1. Kombinasi Angket, setelah peneliti memberikan pertanyaan serta alternatif jawaban untuk dipilih oleh responden dan disusul dengan pertanyaan terbuka.[6]

Petunjuk penggunaan pertanyaan angket yang perlu diperhatikan diantaranya:[7]

  1. Pertanyaan hendaknya diarahkan pada masalah tujuan penelitian dan pembuktian hipotesis
  2. Gunakan kata-kata sederhana, jelas dan mudah dimengerti semua responden
  3. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai arti lebih dari satu pengertian
  4. Pertanyaan harus dapat dijawab oleh semua responden
  5. Sifat pertanyaan netral dan objektif

Adapun bentuk-bentuk pertanyaan dalam angket, yaitu:

  1. Daftar cek, pertanyaan dibuat dalam bentuk daftar. Responden hanya memberi tanda tertentu (silang) sesuai petunjuk.
  2. Bentuk benar salah, Sifat pertanyaan yang diajukan dijawab benar, salah, ragu-ragu.
  3. Skala, pertanyaan diberi jawaban berdasarkan skala atau urutan tertentu.
  4. Pilihan berganda, pertanyaan disertai jawaban yang telah ditentukan. Responden tinggal memilih salah satu atau beberapa jawaban yang  telah ditentukan.
  5. Bentuk terbuka, pertanyaan dibuat lengkap tetapi responden diberi kesempatan untuk menjawab sesuai keinginannya.
  1. Bentuk pengisian, pada kalimat terdapat titik-titik yang harus diisi oleh responden.[8]
  2. Interview

Wawancara atau interview untuk penelitian berbeda dengen percakapan sehari-hari. Wawancara biasanya berm,aksud untuk memperoleh keterangan, pendirian, pendapat secara lisan dari seseorang yang biasanya disebut responden dengan berbicara langsung dengen orang tersebut. Dengan demikian wawancara beda dengan ngobrol.

Teknik wawancara merupakan salah satu cara pengumpulan data dalam suatu penelitian. Karena menyangkut data maka wawancara salah satu elemen penting dalam proses penelitian. Wawancara atau interview dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi dari responden secara bertanya langsung bertatap muka. Namun dengan perkembangan telekuomunikasi misalnya kita dapat melalukan teknik wawancara dengan telepon mupun internet.

Wawancara disebut juga proses komunikasi dan interaksi oleh karenanya antar responden dan pewawancara mensyaratkan adanya penggunaan simbol-simbol tertentu (misal bahasa) yang saling dapat dimengerti kedua belah pihak sehingga memungkinkan terjadinya aktivitas wawancar. Sedangkan interaksi sosial sangat diperhatikan karena ini berkait dengan kualitas perolehan data. Selain itu, situasi saat wawancara dan topik juga mempengaruhi kualitas data.

Mengutip dari Bagong Suyanto yang mengutip dari Warwick dalam bukunya The Sample Survey:Theory and Practice menyebutkan ada empat faktor dalam proses wawancara, yaitu:

  1. Situasi wawancara, misal: tentang waktu, tempat, hadirnya orang lain, sikap masyarakat.
  2. Responden yang berkaitan dengan kararteristik sosial, kemampuan menangkap dan menjawab pertanyaan
  3. Isi pertanyaan: tingkat kepekaan, sulit ditanyakan, tingkat minat, sumber kekhawatiran
  4. Pewawancara: motivasi, rasa aman, ketrampilan, karakteristik sosial.

Selain itu, di dalam wawancara ada bebberape teknik yang harus kita perhatikan, yaitu:

  1. Persiapan Wawancara

Ada du perbedaan sifat dalam wawancara. Pertama, wawncara yang bermaksud mengetahui data dari individu tertentu untuk kebutuhan informasi tertentu. Individu yang diwawancarai disebut informan.Wawancara ini biasanya banyak dilakukan untuk penelitian kualitatif. Kedua, wawancara untuk memperoleh data diri pribadi, prinsip, pendirian serta pandangan dari individu yang diwawancarai. Wawancara ini banyak digunakan pada penelitian kuantitatif.

Perbedaan sasaran juga sangat penting untuk diperhatikan. Wawancar model pertama diperlukan seleksi individu yang dinilai ahli. Wawancar model kedua dinilai sangat penting persoalan keterwakilan dalam pengambilan sampel.

  1. Peran Wawancara

Prosedur yang perlu diikuti sebelum wawancara misalnya terlebih dahulu memperkenalkan diri, menerangkan tujuan dan kegunaan penelitian, alasan memilih responden. Selanjutnya pewawancara yang berperan penting dalam wawancara harus melakukan, di antaranya:

1)      Harus dapat menyampaikan semua pertanyaan kepada responden.

2)      Menciptakan hubungan baik dengan responden.

3)      Kemampuan mencatat semua jawaban dari responden

4)      Kemampuan menggali informasi lebih mendalam dari responden denngan mengajukan beberapa pertanyaan tambahan.

  1. Pewawancara yang Baik

Pewawancara yang baik ialah pewawancara yang bisa menyampaikan pertanyaan kepada responden, merangsang responden untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, menggali jawaban lebih dalam jika diperlukan kemudian mencatatnya.

Mengutip dari Bagong Suyanto, Moser dan Kalton menunjukkan beberapa kualifikasi pewawancara yang baik yaitu:

1)      Jujur, tidak memenipulasi apalagi memberi sendiri tanpa melakukan wawancara.

2)      Pewawancara mempunyai minat terhadap topik penelitian.

3)      Tidak berperilaku berlebih dan tempramental.

4)      Selalu adatif, dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan responden.

  1. Cara Bertanya

Secara umum wawancara dibagi dua, yaitu:

1)      Wawancara berencana (standardized interview). Biasanya daftar pertanyaan telah disiapkan sebelumnya dan disusun secara sistematis. Kemudian oleh pewawancara ditanyakan kepada responden dengan cara membacakan untuk dijawab. Semua responden terpilih diajukan kuesioner, kata-kata, pola dan sistematika yang sama. Pewawancara tidak boleh mengubahnya. Teknik ini umumnya digunakan para sosiolog (untuk penelitian survei) dan psikolog (mengukur opini).

2)      Wawanwaca tidak berencana (unstandardized interview) adalah wawancara yang sebelumnya tidak dibekali persiapan penyusunan daftar pertanyaan secara terpola dan sistematis yang mengharuskan dipatuhi pewawancara. Tetapi tidak berarti dapat dilakkan dengan asal-asalan. Wawancara ini dibagi dua, yaitu: pertama, wawancara bebas artinya teknik wawncara yang tidak terikat deng sistematika daftar pertanyaan tertentu, hanya terarahkan pedoman wawancara sehingga wawancar bebas mengembangkan wawancara. Kedua, wawancara fokus, meski tidak terikat struktur tetapi arahnya masih terpusat pokok persoalan.

Dari bentuk pertanyaan, semua wawancara dibedakan menjadi dua yaitu: wawncara terbuka dan tertutup. Wawancar terbuka tidak terikat dari bentuk pertanyaan, lebih bebas menggali informasi sedetail mungkin sedangkan wawancara tertutup betul-betul terikat sistematika bentuk kuesioner.

Bentuk wawancara dan pertanyaan yang perlu diperhatikan menurut Payne dalam bukunya The Art of Asking Questions, adalah sebagai berikut:

1)      Mengajukan pertanyaan dihindari kata-kata bermakna ganda.

2)      Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan panjang.

3)      Diusahakan menyusun pertanyaan yang konkret dan berbatas lokasi jelas.

4)      Isi pertanyaan diusahakan dikaitkan peneglaman konkret responden.

5)      Jika pertanyaan terdiri beberapa alternatif maka disebutkan semua alternatif.

6)      Saat bertanya sebaiknya menggunakan bahasa yang halus agar responden tidak malu dan canggung.

7)      Hindari pertanyaan yang menyinggunng, mengungkit pengalaman pahit responden.

8)      Jika pertanyaan sekiranya bakal menyinggung sebaiknya digunakan teknik proyektif.

9)      Pertanyaan menghendaki jawaban yang tegas.

10)  Apabila pertanyaan bermaksud menilai orang ketiga, sebaiknya tidak hanya menunjukkan ciri-ciri positif saja melainkan juga negatifnya.[9]

  1. Observasi

Observasi adalah kemampuan sesorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indera mata serta dibantu panca indera lainnya. Suatu kegiatan pengamatan baru dapat dikategorikan kegiatan pengumpulan data penelitian apabila memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Pengamatan digunakan dalam penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
  2. Pengamatan harus terkait dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan.
  3. Pengamatan dicatat secara sistematik atau dihubungkan dengan proposiis umum dan bukan dipaparkan sebagai sesuatu yang hanya menarik perhatian.
  4. Pengamatan dapat dicek dan dikontrol mengenai validitas dan reliabilitasnya.

Teknik-teknik dalam melakukan observasi banyak ragamnya sehingga pengamat hendaknya mencari teknik yang cocok untuk proyek penelitian. Beberapa bentuk observasi yaitu:

  1. Observasi langsung adalah penagamatan yang dilakukan langsung pada obyek yang diobservasikan.
  2. Observasi berstruktur, peneliti telah mengetahui aktivitas apa yang akandiamati yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian karena pada pengamatan peneliti terlebih dahulu mempersiapkan materi pengamatan dan instrumen yang akan digunakan.
  3. Observasi tidak struktur, observasi dilakukan tanpa guide observasi. Pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati objek.
  4. Observasi Eksperimental, obyek pengamatan yang dimodifikasi di laboratorium misalnya seperti kelas, tempat praktikum.
  5. Observasi partisipasi, pengumpulan sumber data melalui pengamatan dengan langsung hidup bersama, maresakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan objek pengamatan. Oleh karenanya, penngamat harus selalu ingat dan memahami betul apa yang akan direkam. Hal yang perlu diperhatikan ialah membina hubungan baik antara pengamat dan objek pengamatan
  6. Observasi kelompok, observasi yang dilakukan secar berkelompok terhadap sesuatu atau bebrapa objek

Ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengamatan, yaitu:

  1. Hal-hal yang hendak diamati, pengamat harus mengamati kembali masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Meskipun telah ditentukan masalah dan tujuan tetapi isi pengamatan sendiri belum begitu jelas seperti yang diharapkan pengamat.
  2. Bagaimana mencatat pengamatan. Beberapa kesulitan dalam pencatatan ialah: peristiwa yang hendak diamati berlangsung cepat, pencatatan biasanya mengganggu konsentrasi pengamat dan objek menunjukkan sikap mengubah diri. Dari kejadian ini, mencatat observasi perlu memperhatikan:

1)      Waktu pencatatan saat sedang terjadi

2)      Cara pencatatan, dengan menggunakan kata kunci

3)      Mencatat di sela pengamatan

  1. Alat bantu pengamatan, alat ini digunakan untuk meningkatkan validitas hasil pengamatan. Alat ini diantarany: kamera, tape recorder, maupun penerjemah
  2. Bagaimana mengatur jarak antara penngamat dengan yang diamati. Asumsi ini berangkat dari subjektifitas pribadi khususnya objek yang diamati manusia. Oleh karenanya pengamat harus menempatkan diri sebagi peneliti yang tugasnya berada di dekat objek pengamatan dan sewaktu-waktu harus meninnggalkan objek pengamatan.[10]
  3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal yanng berupa catatan, transkrip, buku surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan lain sebagainya.

Pada dokumentasi ini peneliti memegang cek list untukmencari variabel yang sudah ditentukan. Apabila variabel yang dicari ada maka peneliti tinggal membubuhkan tanda cek pada tempat yang sesuai.[11]

Dokumen ini di bagi menjadi dua yaitu dokumen pribadi adalah cacatan seseorannng secara tertulis tentang tindakan, pengalaman dan kepercayaannya. Bisa berupa surat pribadi, buku harian, autobiografi. Kedua berupa dokumen resmi yang terdiri dari intern dapat berupa memo, pengumuman, instruksi, aturan lembaga, lapoaran rapat dan ekstern berupa bahan-bahan informasi yang dikeluarkan suatu lembaga seperti majalah, buletin, berita-berita yang disiarkan di media masa.[12]

  1. Penelusuran Data Online

Penelusuran online ini adalah tat cara melakukan penelusuran data melalui media online seperti internet atau media jaringan lainnya yang menyediakan fasilitas online sehingga memungkinkan peneliti dapat memanfaatkan data. Secara teknis tentang penelusuran ini mensyaratkan peneliti memiliki pemahaman teknis informasi artinya memiliki ketrampilan mengoperasikan komputer dan media online serta dituntut memahami bahasa komputer.[13]

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Dari hasil pembahasan makalah di atas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Sedangkan data adalah bahan keterangan tentang suatu objek penelitian yang diperoleh di lokasi penelitian.
  2. Macam-macam teknik pengimpulan data, diantaranya ialah sebagai berikut: penggunaan tes, angket, interview, observasi, dokumentasi dan penelusuran data online
  1. B.     Saran

Makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan baik dari segi isi maupun tata penulisannya. Oleh karenanya, saran dari para pembaca sangat diperlukan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi VI), Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2006

Bungin, Burhan, Metodologi Penelitian Kualitatif:Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemperer, Jakarta: PT RajaGrafindo Presada, 2008

———, Metode Penelitian Kuantitatif:Komunukasi, Ekonomi dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, Jakarta:Kencana, 2008

Pabundu Tika, Moh., Metode Penelitian Geografi, Jakarta: PT Bumi aksara, 2005

Suyanto, Bagong dan Suutinah, Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, (akarta: Kencana, 2007

Tanzeh, Ahmad dan Suyitno, Dasar-dasar Penelitian, Surabaya: eLKAF, 2006

Lampiran

 

  1. A.    Tes

Tes untuk mengetahui kemampuan anak tentang memahami ibadah sholat:

Nama         :…………………………

Kelas         :…………………………

Mohon untuk memberikan identitas dan jawaban yang sebenar-benarnya. Ini semata-mata hanya untuk memudahkan pengelompokan peneliti dan semua jawaban  akan terjamin kerahasiannya.

  1. Ibadah sholat termasuk rukun islam…..
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
    5. Orang yang mengimami sholat berjamaah disebut …..
      1. Imam
      2. Makmum
      3. Amil
      4. Masbuk
      5. Setelah membaca surat al-Fatihah pada rakaat ke-dan ke-2 pada sholat disunahkan membaca ……
        1. Doa iftitah
        2. Sholawat Nabi
        3. Surat pendek
        4. Doa qunut
  1. B.     Angket atau Kuesioner
  2. Angket tertutup

Tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar anaknya

Contoh:

Nama   :…………………………

Kelas   :…………………………

Mohon untuk memberikan identitas dan jawaban yang sebenar-benarnya. Ini semata-mata hanya untuk memudahkan pengelompokan peneliti dan semua jawaban  akan terjamin kerahasiannya.

  1. Apa anda di rumah sering belajar?
  2. Sering sekali
  3. Sering
  4. Kadang-kadang
  5. Tidak pernah
    1. Bagaimana pendapat ibu anda saat anda belajar?
    2. Senang sekali
    3. Senang
    4. Biasa
    5. Acuh tak acuh
      1. Apakah ibu anda sering memberikan nasehat  kepada anda saat anda malas belajar?
      2. Sering sekali
      3. Sering
      4. Kadang-kadang
      5. Tidak pernah
  1. Apakah ibu anda sering mengingatkan atau menemani anda sewaktu anda belajar?
  2. Sering sekali
  3. Sering
  4. Kadang-kadang
  5. Tidak pernah
    1. Apakah orang tua mendukung kebutuhan belajar dan sekolah anda?
    2. Sangat mendukung
    3. Mendukung
    4. Kadang-kadang
    5. Tidak pernah
      1. Bagaimana sikap anda apabila akan menghadapi tes?

a. Belajar sungguh-sungguh

b. Belajar santai

c. Kadag-kadang belajar

d. Masa bodoh

  1. Bagaimana perasaan anda saat mengetahui nilai/hasil tes anda turun?
  2. Sangat kecewa
  3. Kecewa
  4. Biasa
  5. Masa bodoh
    1. Bagaimana reaksi orang tua anda mengetahui hal itu?
    2. Sangat kecewa
    3. Kecewa
    4. Biasa
    5. Masa bodoh
  1. Angket Terbuka

Contoh:

  1. Apa anda di rumah sering belajar?

………………………………………………………………………………………………….

  1. Bagaimana pendapat ibu anda saat anda belajar?

……………………………………………………………………………………………….

  1. Apakah ibu anda sering memberikan nasehat  kepada anda saat anda malas belajar?

…………………………………………………………………………………………………

  1. Apakah ibu anda sering mengingatkan atau menemani anda sewaktu anda belajar?

…………………………………………………………………………………………….

  1. Apakah orang tua mendukung kebutuhan belajar dan sekolah anda?

……………………………………………………………………………………………….

  1. Kombinasi Angket

Contoh:

  1. Apakah orang tua mendukung kebutuhan belajar dan sekolah anda?
  2. Sangat mendukung
  3. Mendukung
  4. Kadang-kadang
  5. Tidak pernah
  6. ……………………………………………………………………………………………
    1. Bagaimana sikap anda apabila akan menghadapi tes?

a. Belajar sungguh-sungguh

b. Belajar santai

c. Kadag-kadang belajar

d. Masa bodoh

e. …………………………………………………………………………………………….

  1. Bagaimana perasaan anda saat mengetahui nilai/hasil tes anda turun?
  2. Sangat kecewa
  3. Kecewa
  4. Biasa
  5. Masa bodoh
  6. ……………………………………………………………………………………………
    1. Bagaimana reaksi orang tua anda mengetahui hal itu?
    2. Sangat kecewa
    3. Kecewa
    4. Biasa
    5. Masa bodoh
    6. ……………………………………………………………………………………………
  1. C.    Wawancara atau interview

Berikut merupakan contoh wawancara untuk mengetahui gambaran suatu sekolah:

  1. Bagaiman sejarah berdirinya SMPN 1 Besuki?
  2. Bagaimana proses berdirinya SMPN 1 Besuki?
  3. Berapa luas lahan dan sarana yang ada awal berdirinya SMPN 1 Besuki?
  1. D.    Observasi

Contoh observasi tentang ekstrakurikul sekolah:

ekstrakurikuler

ada

tidak

Pembimbing

  1. Pramuka

ada

Ahmad Subarjo

  1. Seni Tari

  1. E.     Penelusuran Data Online

Google Indonesia

Web                       Gambar                       Grup                Direktori

Mesin Cari Google

Saya lagi Beruntung

Mencar: O situs, web                                O halaman dari indonesia


[1] Ahmad Tanzeh dan Suyitno, Dasar-dasar Penelitian, (Surabaya: eLKAF, 2006), hal. 30

[2] Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif:Komunukasi, Ekonomi dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta:Kencana, 2008), hal. 119

[3] Moh. Pabundu Tika, Metode Penelitian Geografi, (Jakarta: PT Bumi aksara, 2005), hal. 43

[4] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi VI), (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2006), hal. 129

[5] Ibid., hal 224

[6] Moh. Pabundu Tika, Metode Penelitian…, hal. 54

[7] Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif:Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemperer, (Jakarta: PT RajaGrafindo Presada, 2008), hal. 83

[8] Moh. Pabundu Tika, Metode Penelitian…, hal. 58

[9] Bagong Suyanto dan Suutinah, Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, (Jakarta: Kencana, 2007), hal. 69

[10] Ibid., hal. 133

[11] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan…, hal. 232

[12] Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif:Komunukasi…, hal. 145

[13]Ibid., hal. 148

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s